Alasan Jangan Gunakan Deodoran Setiap Hari

Memakai Deodoran Setiap Hari

Adakah sobat smocko.com yang memiliki kebiasaan untuk menggunakan deodoran sehabis mandi, maka tidak disarankan oleh studi yang satu ini. Lalu sebenarnya apa yang menjadi alasan bagi para peneliti ini untuk menghentikan kebiasaan yang satu ini?

Industri Baru
Deodoran dan antiperspirant merupakan sebuah industri baru yang berkembang sesudah abad ke-20. Bisa dibayangkan bahwa sebelum awal abad 20 tidak ada masyarakat yang menggunakan deodoran pada ketiak mereka dan hal tersebut tidak menjadi masalah yang serius.

Deodoran pertama diproduksi dengan merek dagang Mum pada tahun 1888, sedangkan antiperspirant pertama diluncurkan pada tahun 1903. Para pengiklan memanfaatkan wanita sebagai konsumen utama dan benar saja, ternyata cara ini berhasil sehingga penjualan deodoran meningkat mencapai $1 juta atau setara dengan Rp 1,3 miliar pada tahun 1927. Tidak hanya wanita, deodoran mulai digunakan oleh para pria pada tahun 1935.

Anda Tidak Membutuhkan Deodoran
Bau badan ternyata muncul akibat bakteri yang hidup di ketiak memecah lipid dan asam amino yang ada pada keringat sehingga mengubahnya menjadi bau yang berbeda. Namun tahukah Anda, tidak semua orang menghasilkan bakteri penyebab bau ketiak dan mayoritas dari para pengguna deodoran adalah mereka yang tidak memiliki bau ketiak. Terutama sebagian besar masyarakat Asia Timur seperti Korea.

Mungkin Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
Deodoran dan antiperspirant dibuat dengan menggunakan bahan kimia dan patut dipertanyakan dampaknya bagi kesehatan tubuh. Seringkali bahan kimia mengandung racun sehingga memunculkan masalah serius pada kulit.

Berpotensi Terhadap Kanker Payudara
Salah satu bahan kimia yang ditemukan pada deodoran adalah bahan yang berfungsi sebagai pengawet yang membantu mencegah pertumbuhan bakteri penyebab bau, meniru estrogen di dalam tubuh yang menyebabkan perkembangan kanker payudara. Senyawa aluminium yang digunakan banyak antiperspirant untuk menghalangi saluran keringat yang menghasilkan bau juga ditemukan dapat meniru estrogen.

Mengandung Pestisida Berbahaya

Triklosan merupakan bahan umum yang ditemukan pada deodoran yang berfungsi sebagai agen anti bakteri. Beberapa penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa triklosan adalah bahan umum untuk mengubah regulasi hormon dan berkontribusi terhadap resisten antibioktik sehingga menyebabkan sejumlah risiko kesehatan seperti iritasi dan gangguan endoktrin.

Meningkatkan Bakteri Penyebab Bau
Alih-alih digunakan sebagai anti bakteri, justru deodoran menciptakan masalah keringat yang menimbulkan bau yang lebih besar, bakteri yang dibunuh memungkinkan menghasilkan bakteri baru yang lebih tajam lagi untuk berkembang.

Hanya Perlu Gaya Hidup Bersih
Salah satu cara alami untuk mengurangi bau badan adalah dengan menerapkan gaya hidup yang sehat dari makanan sehat, minum air putih dan olahraga teratur. Selain itu, mandi setiap hari, menghindari makanan pedas dan berbau seperti bawang putih, membatasi minum berkafein dan melakukan kegiatan relaksasi ternyata dapat mengurangi keringat berlebih yang menjadi penyebab bau badan.

Gunakan Produk Alami
Jika Anda meragukan deodoran produk pabrik, maka Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Selain menggunakan bahan-bahan alami, tentu saja lebih mudah, murah dan menyehatkan. Pasta dari baking soda dan air bisa menjadi deodoran yang sangat efektif bagi sebagian orang. Anda juga bisa mengoles sedikit cuka sari apel di bawah lengan.

Ganti Rutinitas Pagi Anda
Apabila tidak ingin membahayakan kesehatan Anda, mungkin bisa mempertimbangkan untuk tidak menggunakan lagi deodoran di pagi hari jika tidak benar-benar membutuhkannya. Jika benar-benar perlu menggunakan, bacalah label dan komposisi bahan yang ada untuk mengetahui apakah produk tersebut berbahaya atau tidak bagi kesehatan Anda. Terlebih jika Anda menggunakan deodoran secara berulang-ulang sehingga bakteri yang ada pada ketiak akan bersarang di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *