Tips Agar Bangunan Anda Kokoh

Harga Semen Sejasa

Tentu saja, jika Anda sedang ingin membangun sebuah rumah atau bangunan dengan fungsi yang lain, pasti Anda menginginkan bangunan Anda bisa berdiri tegak dengan kokoh dan tidak rapuh agar mampu bertahan melawan rintangan berupa cuaca ekstrem atau hal-hal lainnya. Tentu saja, bangunan yang kokoh tidak terlepas dari penggunaan material yang baik. Salah satu material utama yang sering digunakan adalah semen. Harga semen akan mencerminkan kualitasnya. Tapi, apakah Anda sudah membuat adonan semen yang baik? Pastikan bahwa saat sedang membangun, Anda sudah membuat adonan adukan semen yang baik dan berkualitas. Apa ciri-ciri dari semen yang berkualitas?

  1. Tidak Menggumpal

Bahan bangunan yang satu ini memang salah satu perannya adalah sebagai pelekat. Salah satu ciri utama secara fisik adalah tidak menggumpal. Karena, semen yang telah lama disimpan bisa membuat gumpalan-gumpalan yang akan hancur dan akan jadi mengeras. Aduk atau ayak terlebih dahulu semen tersebut jika Anda menemukan tanda-tanda bahwa semen Anda menggumpal. Semen yang lolos dari ayakan tersebut, bisa digunakan sebagai campuran. Tetapi, bagian semen yang menggumpal jangan digunakan karena pasti semen tersebut sudah bereaksi dengan uap air atau udara yang lembap. Jika dipaksa untuk tetap digunakan, maka semen tersebut akan menjadi bagian semen yang rapuh.

  1. Kemasan Tertutup dengan Baik

Untuk mendapatkan semen dengan kualitas yang baik, maka harus terhindar dari kontaminasi luar. Seperti air, udara lembap atau hal lainnya yang membuat semen menjadi basah. Hindari semen dari hal-hal yang akan memengaruhi kualitas semen itu sendiri. Dari segi penyimpanan, jangan letakkan semen di lantai tanpa ada alas seperti kayu yang membuat semen dalam suhu normal. Susun semen secara berdekatan agar sirkulasi udara yang terjadi tidak terlalu besar. Tetapi, jangan tumpuk lebih dari dua meter dalam satu tumpukan, ya. Satu hal yang paling penting adalah segel kantong semennya tidak terbuka dan masih tersegel dengan baik.

  1. Waktu Mengeras

Dalam mencampur material bahan bangunan semen, ada dua waktu yang diukur. Pertama, adalah waktu ikatan awal, atau setting time dan yang kedua adalah ikatan akhir atau final setting. Waktu ikatan awal adalah waktu yang dibutuhkan untuk semen sejak ia dicampur dengan air dan berubah dari kondisi yang tidak plastis menjadi plastis. Plastis adalah sifat di mana sebuah benda mudah untuk dibentuk. Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk tahap ini adalah sekitar 45 menit.

Sedangkan, waktu ikatan akhir adalah waktu yang dibutuhkan dari semen yang sudah plastis tersebut menjadi kaku atau keras. Normalnya, butuh waktu sekitar enam sampai tujuh jam untuk sebuah semen bisa menjadi kaku dan keras. Semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk semen menjadi keras, menunjukkan semakin bagus mutu yang akan dihasilkan dari semen tersebut. Hal ini karena jika semakin lambat semen mengeras, semakin lambat pula kecepatan reaksi hidrasinya. Di mana, reaksi hidrasi tersebut menghasilkan panas dan membuat tembok menjadi retak.

  1. Berlogo SNI

Hal yang satu ini jangan dilupakan, karena untuk mendapatkan kualitas yang baik, Anda harus mendapatkan bahan-bahan material dengan kualitas yang baik. Pastikan bahwa semen yang Anda gunakan memiliki logo SNI karena pastinya sudah tersertifikasi dengan standar yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Bahkan, ada juga beberapa material yang sudah mengikuti beberapa standar yang diterapkan di dunia. Tak hanya berlaku pada semen saja, Anda juga perlu menerapkan ini pada bahan material yang lain karena pastinya untuk membuat sebuah bangunan yang kokoh, semua materialnya harus berkualitas baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *